Search

Content

Minggu, 24 Maret 2013

Flower Boys Next Door

Judul     : Yiutjib Kkotminam / My Cute Guys
Episode : 16
Genre    : Romance, Comedy
Tayang  : TvN, 7 Januari 2013 - 25 Februari 2013
Production : CJ E&M
Produser : Jo Moon Joo
Director  : Jung Jung Hwa
Screenwriter : Kim Eun Jung
Original writing : webtoon 'I Watch Him Everyday' by Yoo Hyun Sook

Cast:
Park Shin-hye sebagai Go Dok-mi.
Yoon Shi-yoon sebagai Enrique Geum.
Kim Ji-hoon sebagai Oh Jin-rak.
Go Kyung-pyo sebagai Oh Dong-hoon.
Park Soo-jin sebagai Cha Do-hwi.
Kim Yoon-hye sebagai Yoon Seo-young.
Kim Jung-san sebagai Han Tae-joon.
Mizuta Kouki sebagai Watanabe Ryu.
Kim Seul-gie sebagai Kim Seul-gi.

Cerita bermula dari...
Seorang gadis bernama Go Dok-mi (Park Shin-hye) hidup seorang diri dan kesepian di sebuah apartemennya. Karena luka di masa lalunya, Dok-mi mengunci dirinya dari dunia luar. Tak membiarkan siapapun membuka pintu hatinya. Dok-mi bahkan menciptakan dunianya sendiri dan berkutat dengan tulisan-tulisannya, di mana ia seorang copy editor.  Meskipun hanya berada di dalam dunianya, Dok-mi pun memiliki impiannya, yaitu menulis buku dongeng.
Dok-mi jarang bepergian keluar. Ia akan keluar dari rumah kalau beras di rumahnya habis, kalau barang-barang bulanannya habis. Selebihnya Dok-mi akan tetap berada di dalam rumahnya. Dan, Dok-mi mampu mengakali rasa bosan di dalam rumahnya, yaitu mengintai tetangga depan rumahnya, setiap pagi dengan menggunakan teropong kuning, yang didapatnya dari kupon berhadiah langsung.
Bukan tanpa alasan, Dok-mi mengintai tetangganya. Gadis itu menyukai tetangga gantengnya yang bernama Han Tae-joon. Seorang dokter tampan, dan pemilik anjing kecil bernama Hippo.
Dok-mi jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Han Tae-joon. Kali pertama bertemu saat di taman, tepatnya di musim gugur. Dok-mi semakin jatuh cinta pada Tae-joon ketika melihat pria itu menolong seekor anak anjing hitam dan membawanya pulang ke rumah. Anak anjing itu yang kemudian diberi nama Hippo.
Sayangnya, di pagi itu, aksi pengintaian Dok-mi tertangkap basah oleh seorang pria bernama Enrique, yang tak lain adalah adik Tae-joon. Enrique seseorang yang sangat jenius. Umur 17 tahun, ia berhasil membuat game sendiri.
Kedatangan Enrique dari Spanyol ke Korea untuk menjadi cupid antara Tae-joon dan Yoon Seo-young. Seo-young merupakan sahabat sekaligus perempuan yang dicintai oleh Enrique. Namun, Enrique tahu bahwa Seo-young menyukai kakaknya, bahkan dirinya pun telah ditolak cintanya oleh Seo-young. Tak hanya itu, Tae-joon pun juga mengetahui bahwa adiknya menyukai Seo-young. Enrique dan Tae-joon sama-sama tak ingin terjebak dengan cinta segitiga ini, dan saling mengalah.
Nah, tanpa disadari oleh Dok-mi bahwa selama tiga tahun ini, ada seorang tetangga sebelah rumahnya yang selalu memerhatikan Dok-mi. Oh Jin-rak, seorang webtoon, dan dituduh melakukan plagiat atas game Zombi Soccer buatan Enrique.

Setiap pagi, Jin-rak menempelkan memo kuning di susu kotak milik Dok-mi. Memo itu berisi gambar dan tulisan penyemangat untuk Dok-mi. Dok-mi senang setiap kali mendapatkan memo tersebut, dan menempelkan memo itu di dinding.
Kemunculan Enrique membuat Jin-rak membencinya. Enrique yang mengetahui bahwa Jin-rak menyukai Dok-mi, berusaha membantu mendekatkan Jin-rak dengan Dok-mi. Namun, seiring berjalannya waktu dan mengenal Dok-mi, tanpa disadari oleh Enrique ternyata ia sudah jatuh cinta pada gadis Rapunzel itu.
Perlahan-lahan, Enrique berhasil membawa Dok-mi keluar dari dunia gelapnya. Enrique berhasil mengetuk pintu hati Dok-mi, walaupun hanya dengan ketukan kecil. Enrique mencoba mengerti mengenai luka dan kepedihan yang pernah didera oleh Dok-mi. Tawa dan kepercayaan diri Enrique justru membuat Dok-mi merasa nyaman. Kehadiran Enrique menambahkan warna ke dalam hidupnya.
Luka dan sakit hati Dok-mi disebabkan oleh pengkhianatan yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri, Cha Do-hwi. Mereka telah bersahabat sejak dari bangku SD hingga SMA. Suatu hari Do-hwi menyebarkan rumor mengenai Dok-mi dan guru sastra, hingga semua teman-teman menjauhinya. Malang bagi Dok-mi, karena mereka kembali bertemu, dan tentunya Dok-mi sangat membenci pertemuan ini.
 
Flower Boys Next Door, hwaiting!

Minggu, 10 Maret 2013

[Link] Recap: Rooftop Prince [Lengkap]

Akhirnya, Rooftop Prince tayang juga di Indosiar. Mulai 11 Maret 2013, setiap hari Senin-Jumat, pukul 16.00 WIB.

Rooftop Prince menjadi salah satu drama favoritku tahun lalu. Yoochun gitu lho yang main, hehehe...
Rooftop Prince pula menjadi salah satu time travel yang paling keren deh. Cerita fantasinya dibalut dalam kegokilan yang seru. Sukses membuat aku terpingkal-pingkal menontonnya. Belum lagi ketiga rangers pendamping Yi-gak (Yoochun) yang menambahkan keseruannya.
Dulu, aku pernah membuat recap drama ini. Cuman baru seperempat jalan. Silahkan chekidot di bawah:

Review:
Berhubung aku udah nggak sempat lagi bikin recap, jadi aku buatkan link-nya aja ya. Nggak apa-apa, kan? Yang penting masih bisa menikmati recap. Oke. Chekidot deh sinopsisnya di kadorama-recaps:
Recap:

source: kadorama-recaps

Seputar Tentang Rooftop Prince

 Dukung kita, Rooftop Prince!

Senin, 18 Februari 2013

Song Joong Ki Si Nice Guy

Karena udah nggak punya waktu lagi buat ngerecap drama, jadi aku hanya bisa berbagi sedikit review atau mungkin hasil tontonanku saja.
Drama yang baru2 aja selesai aku tonton adalag NICE GUY. Yang dimainkan oleh salah satu cowok kyuuut bernama Song Joong-ki. Diceritakan di sini Kang Maru (Song Joong-ki) mahasiswa kedokteran yang cerdas, sayangnya demi melindungi sang pacar, Jae-hee (Park Si-yeon), dia rela mengambil kesalahan sang pacar masuk penjara. Di tengah rasa sakit hatinya, Maru justru bertemu dengan Seo Eun-gi (Moon Chae-won), di mana niat awalnya hanya ingin membalas dendam. Lamat-laun cinta pun tumbuh di hati Maru untuk Eun-gi.
Sebenarnya sih ini bukan cerita favoritku. Tapi script writer-nya mampu menuliskan ce
rita dengan apik, hingga membuat aku terus penasaran dengan kisahnya. Si tokoh utama yang berwajah imut, tapi dramanya nggak seiumut tokoh utamanya. Tapi tetap suka ama drama ini. Terutama Song Joong-ki.

Rabu, 12 Desember 2012

Novel: Bilamana Cinta

Waaaaaaaaahhh, lama banget udah nggak ngeblog nih... 
Beberapa minggu terakhir ini lagi disibukkan naskah dan novel terbaru, jadi blognya agak terbengkalai deh...

Akan diusahakan deh buat sering-sering mampir ngeblog. Tapi jangan terlalu berharap aku akan merecap, ya. Soalnya, jujur aja nih, aku nggak ada waktu lagi buat ngerecap.

So, ini dia buku pertamaku yang udah terbit dan menyebar di toko buku. Chekidot, ya!


Harga: Rp 46.000



Penulis: Dwi Apria
Penerbit: Bukuné





Ada sesuatu dalam dirimu yang membuatku terus mencarimu.

Bersamamu, ada perasaan senang yang tak terkira, membuatku kerap terpesona.

Aku tak tahu apa yang terjadi antara kita.

Ketika kau tak ada, ada sesuatu yang terasa hilang dalam hari-hariku.

Apakah kita saling memiliki ataukah hanyalah semu belaka? Kuharap kau mau memikirkan jawabnya, dan sampaikan padaku bilamana kau telah tahu....

Senin, 06 Agustus 2012

Answer Me 1997








TvN selalu bisa menarik perhatian penonton dengan drama-drama yang disuguhkan. Termasuk aku yang sekarang mulai menanti-nanti mengenai drama apa lagi yang akan disuguhkan oleh TvN. Setelah aku terhipnotis dengan Jung Il-woo di Flower Rumyun Boys, lalu aku dimanjakan kembali dengan band bernama Eye Candy di Shut Up Flower Band. Tak berapa lama kemudian aku kembali terhanyut dalam balutan cinta romantis antara Yoo In-na dan Ji Hyun-woo dalam Queen In Hyun's Man. Sekarang TvN menghadirkan drama baru Answer Me 1997.

Dilihat sekilas dari judulnya sih pastinya ini ceritanya jadul gitu. Yup, drama ini mengisahkan tentang seseorang yang sangat mengidolakan H.O.T. Oh, tidak! Entah apa ini drama cocok untukku atau tidak. Di tahun segitu aku masih menyanyikan lagu Tralala Trilili dan menari ala Trio Kwek-Kwek. Hahaha,,,

Tapi yang jelas kesemua tokoh di drama ini masih berumur 18 tahun, tepatnya di tahun 1997. Jika kita tarik maju ke tahun 2012 berarti mereka berusia 33 tahun sekarang. Seumuran kayak Park Shi-hoo Oppa donk.
Tokoh utama kita Sung Shi-won (Jung Eun-ji), seorang gadis yang sangat menyukai H.O.T dan hanya untuk H.O.T. Dia jauh cinta pada Tony Ahn yang kebetulan menjadi cameo dan berperan sebagai dirinya sendiri di drama ini. Bahkan ia tak malu-malu menunggu di depan rumah dan mengatakan pada Oppa-nya kalau ia sangat mencintai Oppa. Di kelas sendiri, Shi-won termasuk paling buncit peringkat. Sewaktu ayahnya yang tengah berputus asa menanyakan padanya kelak besar nanti mau jadi apa. Shi-won dengan lantang menjawab bahwa ia ingin menjadi istri Tony Oppa!
Answer Me 1997 tayang perdana di TvN tanggal 23 Juli 2012.

source: dramabeans

Sugar And Puns For Panda And Hedgehog








Asyik ada drama baru lagi nih! *jejingkrakan*
Drama yang dibintangi oleh Donghae. Dengan tema roti, dan wah ini bakalan menjadi drama yang bakal aku tunggu-tunggu nih.

Drama baru dari Channel A ini kalau dilihat sekilas posternya sih menceritakan tentang cupcakes dan koki pastry. Yup, karena di drama ini kita akan disuguhkan dengan alur cerita cinta manis di dalam sebuah toko roti.
Drama ini akan didukung oleh Donghae, tentunya. Choi Jin-hyuk (I Need Romance); So Yoo-soung (Dream High 2). Drama ini tayang perdana di Channel A tanggal 18 Agustus 2012.

source: dramabeans

Sabtu, 28 Juli 2012

Recap: Queen In Hyun's Ep.3



Episode 3
Hee-jin terbangun di rumah sakit. Ia mengamati sekelilingnya. So-kyung masuk ke kamar sambil menjawab telpon dari ibunya Hee-jin, yang khawatir tentang kondisi anaknya. So-kyung menenangkan ibunya Hee-jin agar jangan khawatir. Hee-jin sebenarnya cuman tegang saja karena peluncuran dramanya.
So-kyung mengatakan pada Hee-jin bahwa tadi Hee-jin pingsan disaat penampilan perdananya. Bagaimana nantinya Hee-jin bisa beradaptasi dengan dirinya.
Hee-jin menanyakan pada So-kyung tentang seorang pria berpakaian Joseon dengan pedang di tangannya. Pria itu berkuda. Dan, pria itu membunuh seseorang, dimana darahnya menciprat ke arahnya. Orang itu mati… lalu berubah menjadi abu… dan menghilang di udara…
So-kyung menganggap Hee-jin sedang menceritakan mimpinya. Karena Hee-jin ditemukan pingsan di hutan oleh para staff.
“Apakah aku bermimpi?” tanya Hee-jin.
So-kyung membenarkan.
Benarkah ini mimpi? Tapi Hee-jin sama sekali bukan bermimpi…
So-kyung tetap mengatakan pada Hee-jin kalau Hee-jin memang sedang bermimpi. Dan, ia menyuruh Hee-jin agar segera menelpon ibunya. So-kyung mengomel pada Hee-jin yang telah membuat rusak baju sponsor yang dipakainya untuk konferensi pers.
Hee-jin beranjak dari ranjangnya dan ia memeriksa bajunya. Sama sekali tidak ada bercak darah. Padahl jelas-jelas bajunya terciprat darah orang itu. Ia menjadi mempertanyakan kembali, apakah benar tadi itu hanya mimpi belaka?
Berita pingsannya Hee-jin sampai ke telinga Dong-min. Manajernya memberitahu Dong-min bahwa tadi para staff menemukan Hee-jin pingsan di hutan. Pingsannya Hee-jin karena terlalu gugup. Namun, Dong-min tidak percaya. Bagaimana mungkin seorang yang pernah mengikuti Miss Korea pingsan karena gugup?
Dong-min melihat Na-jung dan manajer Na-jung lewat. Sekilas Na-jung seperti melirik ke Dong-min. Dong-min dengan tersenyum nakal menanyakan pada manajernya, apa Na-jung sudah punya pacar apa belum? Karena sepertinya Na-jung masih menyukainya. Manajernya memperingatkan Dong-min agar jangan terlibat skandal dengan Lady Jang ataupun Queen In Hyun. (kalau begitu bagaimana dengan Dongyi?)
So-kyung yang sedang berada di depan vending machine mendapatkan telpon dari Dong-min. Dong-min tidak percaya kalau Hee-jin pingsan karena gugup. Pasti ini ulah Na-jung yang telah menekan Hee-jin karena Hee-jin yang mendapatkan pemeran utama. Dong-min memberitahukan kalau besok ia akan datang menjenguk Hee-jin.
Manajernya Dong-min benar-benar telah dibuat pusing oleh artisnya. Dong-min mengatakan saat pertemuan nanti akan ada banyak reporter yang datang, dan ia akan membuat nama Choi Hee-jin muncul diurutan pertama search engine.
Hee-jin sedang disibukkan mencari ponselnya. Tidak ada di dalam tasnya. So-kyung menanyakan apa Hee-jin memiliki foto-foto aneh di dalam ponselnya? Karena itu adalah sesuatu yang privasi. Dan, kalau ponsel itu jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab, bisa saja orang tersebut akan menyebar luaskannya.
Justru Hee-jin menemukan sebuah kertas kuning bertuliskan Hanja. Kertas itu jelas bukan milik Hee-jin. So-kyung mengatakan bahwa isi dari tas Hee-jin berkeluaran saat pingsan. Staff tersebut memasukkan semua barang ke dalam tas Hee-jin dan mungkin tanpa sengaja ponsel Hee-jin terjatuh.
So-kyung menyuruh Hee-jin agar menelpon ke ponselnya. Ponsel Hee-jin ternyata berada di tangan Boong-do. Dengan kebingungan tingkat tinggi, Boong-do memerhatikan dengan seksama benda berdering di depannya. (lucu deh melihat tampang bodohnya).
So-kyung mencoba melacak dimana keberadaan ponsel Hee-jin melalui GPS. Ponsel Hee-jin berada di dalam Istana Gyeongbuk. Hee-jin heran karena harusnya kan, ponselnya berada diluar istana, tapi kenapa ada di dalam istana?
Sekali lagi Hee-jin menghubungi ponselnya. Tidak diangkat.
Jelas saja tidak diangkat. Karena tentunya Boong-do mana tahu cara mengangkatnya.
Boong-do teringat saat ia melihat para staff datang mencari Hee-jin. Ia pun bersembunyi di balik pohon. Kertas jimatnya ikut terangkut ke dalam tas Hee-jin, dan ponsel Hee-jin yang tertinggal. Boong-do pun memungut ponsel tersebut.
Boong-do terus memandangi ponselnya tanpa tahu harus menjawabnya bagaimana…
Yoon-wol dibawa ke hadapan Perdana Menteri Min Am. Sayangnya, umpan yang dipakai oleh Perdana Menteri Min Am tidak berhasil untuk menarik keluar Boong-do. Sebagai seorang pria, harusnya Boong-do memiliki ketertarikan pada Yoon-wol, karena mereka telah bersama beberapa tahun. Demi seorang wanita bukankah seorang pria akan melakukan apapun.
Yoon-wol mengoreksi kata-kata Perdana Menteri Min Am. Boong-do hanya menjaga dan melindunginya saja seperti seorang Nona. Karena ia hanyalah pelayan wanita.
Perdana Menteri Min Am menarik kesimpulan dari kata-kata Yoon-wol. Cinta bertepuk sebelah tangan. Demi seorang pria, bahkan seorang pelayan wanita rela mengorban dirinya sendiri. Tapi, si pria malah melarikan diri.
Ja-soo dan teman-temannya sedang minum. Ia tampak kesal karena belum mendapatkan informasi terbaru dari Boong-do.
Pagi pertama Boong-do di Seoul tahun 2012. Ia menyelusuri istana, dimana istana sama sekali tidak mengalami banyak perubahan. Ia berpikir, sudah berapa lama waktu yang dilewatinya? Ia menuju ke gerbang dan melihat sesuatu yang sangat asing di kedua matanya. Gedung-gedung bertingkat; lalu lintas; dan keramaian kota Seoul.
Boong-do memejamkan kedua matanya. Mungkin saat ini ia sedang bermimpi. Ia membayangkan Joseon… saat ia membuka kedua matanya ia masih berada di tempatnya. Boong-do syok dengan keadaan sekitarnya, tapi ia masih bisa mengendalikan dirinya agar tetap tenang.
Boong-do mendengar beberapa staff sedang mengobrol. Syuting hari ini ditunda hingga sore, karena Ratu In Hyun sedang sakit. Boong-do teringat dengan perkataan gadis yang ditemuinya kemarin pun menyebut kata syuting dan gadis itu juga memperkenalkan dirinya sebagai Ratu In Hyun. Mungkinkah Ratu In Hyun yang dimaksud adalah gadis itu?
Dong-min sedang dirias.
Salah seorang pemain datang dan bertanya dimana bajunya? Oh, ternyata Dong-min pun kehilangan tasnya.
Lalu siapa pencurinya?
Pencurinya adalah Kim Boong-do!
Boong-do menatap bingung benda-benda yang telah dicurinya. Lalu, ia mengamati orang-orang diluar dan mempelajarinya sendiri. Oke. Boong-do pun mulai mempraktekkannya sendiri. Daebak! Boong-do bahkan bisa menarik risleting jaketnya. Ini sangat berbeda jauh dengan Lee Gak. Bahkan Lee Gak harus dibantu Park Ha untuk menarik risletingnya.
Oke. Praktik memakai baju dan celana jeans berhasil. Polesan terakhir adalah memakai topi gunung. Hmm, terlihat seperti pria Seoul di tahun 2012.
So-kyung benar-benar manajer yang baik. Ia menghabiskan makanan yang seharusnya dimakan oleh Hee-jin sambil menonton berita mengenai peluncuran drama Hee-jin. Disitu dikatakan bahwa Hee-jin tidak dapat hadir karena masalah kesehatan.
Hee-jin dengan ekspresi polosnya seakan mengatakan itu bukan salahnya. Manajernya hanya bisa bersabar menghadapi tingkah artisnya. Kayaknya manajer artis Korea sering kali kewalahan menghadapi artisnya sendiri ya… apalagi saat artisnya terlibat banyak skandal, wah manajerlah yang paling strez mengurusinya.
So-kyung keluar dari kamar dengan membawa nampan makanannya. Giliran Hee-jin yang duduk manis menonton. Ia mengganti channel tivi, hingga matanya tertumbu pada berita yang mengatakan bahwa kemarin ada seekor kuda hitam berkeliaran di jalanan. Kuda itu seperti kuda yang terdapat pada zaman Joseon. Hee-jin memekik karena ia tentunya mengenali kuda itu. Berarti ia tidak bermimpi. Itu nyata.
Hee-jin telah berganti baju dan di koridor rumah sakit ia berpapasan dengan So-kyung. Ia meminta kunci mobil dan ponsel So-kyung. Sekali lagi ia menanyakan cara menggunakan GPS pada So-kyung. Setelah mengetahuinya, Hee-jin lekas ke lokasi syuting untuk menemukan orang itu.
Hee-jin tiba di lokasi syuting dan mulai mengaktifkan GPS-nya. Staff drama tahunya ia sedang berada di rumah sakit, dan akan menjadi heboh jika ia tiba-tiba muncul di lokasi syuting dalam keadaan sehat bugar. Untuk itu, Hee-jin menyembunyikan wajahnya dengan topi dan kacamata hitam. Keren, euy!
Tingkah Hee-jin mirip stalker yang diam-diam ke lokasi syuting untuk mencari idolanya.
Hee-jin terus dan terus mencari. Setiap kali berpapasan dengan staff ataupun siapapun, ia akan cepat menyembunyikan wajahnya.
Hee-jin terhenti saat ponselnya menunjukkan keberadaan ponselnya berada di dekatnya. Ia melihat seorang pria berpakaian hanbok. Langsung saja ia menepuk pria itu, eh ternyata salah orang.
Dari ponselnya, Hee-jin melihat ponselnya berada di dekatnya. Tapi ia tidak bisa menemukannya, sampai seseorang menarik dan menyeret pergelangan tangannya.
Hee-jin melongo melihat pria kemarin yang berpakaian hanbok, sekarang menjelma menjadi pria zaman sekarang. Ia melihat tanda pengenal yang tergantung di leher pria itu, STAFF.
“Apa kau seorang staff?”
“Apa itu staff?” Boong-do bertanya tidak tahu.
Hee-jin lekas menarik Boong-do saat ada seorang staff yang berjalan mendekat. Ie membawa Boong-do ke parkiran.
Hee-jin bertanya mencerocos pada Boong-do. Ia tak bisa tidur gara-gara memikirkan kejadian kemarin. Siapa sebenarnya pria di depannya ini? Apa pria di depannya ini salah satu tim dari efek khusu? Apa kemarin itu hanya bagian dari efek khusus saja; membunuh seseorang; dan darah? Harusnya semuanya itu dijelaskan agar ia tidak bingung.
Bong-do mengatakan kalau semuanya akan menjadi masalah kalau Hee-jin masih bingung karena dirinya. Percayai saja apa yang dapat dimengerti. Boong-do lalu mengatakan, “Aku mencari sesuatu milikku.”
Hee-jin melihat Dong-min sedang berbicara dengan sutradara. Tak ingin ketahuan, Hee-jin lekas masuk ke dalam mobil, dan menyuruh Boong-do masuk juga.
Parahnya, Boong-do tidak tahu bagaimana caranya masuk. Setengah percaya dan tidak percaya, Hee-jin terpaksa membantu membukakan pintu mobil.
Sesampainya di dalam mobil, Hee-jin menyuruh Boong-do untuk memasang sabuk pengaman. Parahnya benar-benar parah, Boong-do tidak tahu bagaimana cara memasang sabuk pengaman. Hee-jin merasa bahwa Boong-do sedang mempermainkannya sekarang ini.
“Siapa kau sebenarnya?”
Boong-do malah tertawa dan itu makin membuat Hee-jin kesal. Boong-do tertawa karena ia sama sekali tidak mengerti dengan maksud perkataan Hee-jin.
“Kau kan, orang Korea? Kenapa kau tidak mengerti? Apa kau bodoh?”
“Anggap saja aku tak berbeda dari orang bodoh. Jadi tolong jaga aku.”
Dengan keterpaksaan tingkat tinggi, Hee-jin membantu memasangkan sabuk pengaman.
Setelah sabuk pengaman terpasang. Barulah Boong-do mengerti kenapa tadi Hee-jin tampak kesal padanya. Oh… jadi hanya karena ini…
Sutradara sepertinya melihat Hee-jin. Ia bertanya pada Dong-min, “Bukankah Hee-jin berada di rumah sakit?”
Saat Dong-min mencari tahu, mobil sudah lebih dahulu meluncur meninggalkan parkiran.
Hee-jin akan membawa Boong-do ke tempat teraman agar mereka bisa berbicara. Tapi, Boong-do tidak punya waktu untuk berbicara. Ia datang kesini karena ingin bertemu dengan Hee-jin.
“Aku? Kenapa denganku?” tanya Hee-jin bingung.
“Karena kau memiliki barangku?”
“Apa itu?”
“Surat kuning?”
“Surat kuning? Ah, kertas itu.”
Sayangnya, kertas jimat itu tidak dipegang oleh Hee-jin sekarang. Kertas jimatnya berada di rumah sakit. Boong-do mendesak Hee-jin agar mengantarkannya ke tempat itu. Karena ini tergantung hidup dan matinya. Hee-jin heran. Tiba-tiba ada mobil yang menyalip mobilnya, dan itu membuat Hee-jin marah. Hee-jin pun menukas dan mengomeli si pengemudi. Boong-do yang duduk di sampingnya hanya bisa menatapnya dengan terbengong.
Di sebuah kafe, duduklah Na-jung yang sedang membaca naskah dan manajernya yang mendapatkan telpon dari direktur, yang memberitahu bahwa nama Na-jung menjadi top search engine di internet. Manajer Na-jung menanyakan pada artisnya apa Na-jung terlibat perkelahian dengan artis Choi Hee-jin?
Na-jung yang penasaran lantas membaca artikelnya melalui i-pad. Tertulis, artis baru Nona A diteriaki oleh artis pendukung Nona B. Bintang Hally Nona B menekan artis baru Nona A. Mereka berdua menjadi saingan di dalam drama. Sebelum syuting drama ini, Nona B selalu berteriak ke pada Nona A, dan membuat Nona A pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Itulah yang menyebabkan Nona A tidak dapat hadir saat konferensi pers.
Na-jung sepertinya mengerti orang yang telah menyebarkan rumor ini.
Di lokasi syuting, Dong-min mendapat telpon, tapi ia tak mengangkat telponnya. Ia hanya bergumam meledek sambil menjulurkan lidah.
“Sepertinya kau mengalami tekanan darah tinggi. Kenapa pula kau harus bersikap arogan? Aku tidak tertarik padamu.”
Mereka tiba di rumah sakit. Terpaksa Hee-jin membukakan pintu mobil untuk Boong-do.
Masalah lain yang timbul adalah Boong-do tidak tahu bagaimana cara melepaskan sabuk pengamannya. Sekali lagi dengan keterpaksaan tingkat akut, Hee-jin membantu melepaskan sabuk pengamannya. Jarak pandang mereka sangat dekat.
“Apa ada kamera tersembunyi disini?” tanya Hee-jin pada Boong-do yang merasa telah dipermainkan oleh pria asing ini.
Sembari menunggu lift menuju ke lantai 13, Boong-do mengamati dan memerhatikan dengan seksama yang ada di sekitarnya. Tentu saja ia bingung dengan dunia baru ini. Tak hanya Boong-do yang mengalami kebingungan, Hee-jin pun mengalami kebingungan menghadapi Boong-do yang dimatanya tampak seperti seseorang yang bodoh.
“Sudah berapa lama berlalu sejak pemerintahan Raja Sukjong?” tanya Boong-do pada Hee-jin penasaran.
“Mungkin sekitar 300 tahun. Karena di dalam naskah kami, itu tertulis tahun 1694,” jawab Hee-jin menghitung waktunya.
Pintu lift terbuka, tapi Boong-do belum beranjak dari tempatnya. Ragu dan bingung. Seorang perawat masuk ke dalam lift. Hee-jin menyuruh Boong-do agar ikut masuk juga. Dengan keraguaannya, Boong-do akhirnya masuk juga ke dalam lift.
Boong-do melihat Hee-jin menekan tombol 13. Ia terus mengamati dengan seksama. Hee-jin sampai heran sendiri melihat Boong-do.
Saat perawat itu kekuar dari lift, barulah Hee-jin membuka suaranya dan bertanya pada Boong-do. Habisnya ia agak heran melihat Boong-do yang terus mengamati ke sekeliling ruang lift.
“Ini pertama kalinya kau naik lift?”
“Benar.”
“Mobil juga? Dan ponsel?”
“Mobil?” Boong-do mengingat-ngingat mobil yang dimaksud. Jangan-jangan itu adalah sebuah kereta yang dapat bergerak. Lalu ia menunjuk ke ponsel yang berada digenggaman tangan Hee-jin memastikan apakah itu yang namanya ponsel. Ia meminta Hee-jin agar tidak menanyakan apapun karena ia tidak tahu.
Hee-jin menunjuk lengan Boong-do. “Kau masih hidup. Bukan hantu. Juga bukan dari tim efek khusus. Lalu siapa kau!”
“Nama keluargaku adalah Kim. Cucu dari keturunan ke-87 marga Kim. Petugas Kim Boong-do dari Kantor Penasihat Khusus. Dan aku berasal dari masa 300 tahun yang lalu,” ujar Boong-do memperkenalkan dirinya.
Hee-jin no comment…
(wah, kalo ada cowok yang kenalan begitu sama aku, pasti aku akan menganggap dia gila atau mungkin telingaku yang salah dengar?)
Tibalah mereka di kamar rawat Hee-jin. Mana percaya Hee-jin dengan semua bualan cerita Boong-do. Berarti Boong-do salah satu dari orang di zaman Joseon dan anggota dari Sukjong. Apa ini masuk akal? Lihat saja penampilan Boong-do yang sudah seperti orang zaman sekarang. Sungguh tidak masuk akal. Siapa yang gila diantara siapa?
Boong-do mengatakan tak apa kalau Hee-jin tidak percaya, karena ia sendiri pun sulit untuk mempercayainya. Yang penting ia harus menemukan kertas kuning itu, karena itu bisa memberikan jawabannya.
Hee-jin mulai mencari tasnya. Tapi dimana… karena ia tidak merasa pernah mengeluarkan tasnya. Ia merutuki dirinya sendiri sambil melongokkan kepalanya ke bawah kolong tempat tidur. Tapi kepalanya malah terantuk ranjang. Ia memegangi kepalanya yang kesakitan.
“Ini sulit untuk dipercayai ataupun harus dipercayai. Aku gila atau sudah mulai stress? Apa mereka sudah mulai kehilangan akal mereka?” gumam Hee-jin yang belum mengerti dengan situasinya ini.
Boong-do membantu Hee-jin mencari tas di dalam toilet. Ia terus saja mengamati ke sekitarnya dari sudut ke sudut. Seakan-akan ia merekamnya ke dalam memori otaknya. Akhirnya ia menemukan tas Hee-jin di atas wastafel.
Hee-jin yang disibukkan dengan pencarian tasnya dikejutkan dengan kedatangan Na-jung.
Boong-do membuka tas Hee-jin dan berhasil menemukan kertas jimatnya. Akhirnya… Boong-do bernapas dengan lega. Boong-do mendengar ada suara seseorang yang datang. Ia pun bersembunyi di balik pintu toilet dan mengintai siapa yang datang.
Na-jung dengan juteknya mengatakan bahwa ia datang kemari untuk mengunjungi pasien. Tapi ternyata orang yang dikunjunginya baik-baik saja. Hee-jin hendak mengatakan sesuatu. Dan, Na-jung keburu menyodorkan buket bunga. Na-jung bilang jika mengunjungi orang sakit tidak boleh datang dengan tangan kosong. Saat Hee-jin hendak mengambil buketnya, Na-jung menghantamkan buket itu berkali-kali ka kepala Hee-jin. Na-jung marah karena rumor yang mengatakan bahwa dirinya melakukan pengintimidasian terhadap Hee-jin. Untuk itulah, ia tak mau bekerjasama dengan orang-orang seperti Hee-jin!
Hee-jin membela dirinya karena ia memang tidak bersalah. Ia tak mengerti dengan rumor yang dimaksud oleh Na-jung. Yeah, Na-jung tahu kalau seorang Hee-jin mana kenal dengan reporter. Na-jung menganggap Hee-jin pergi menemui Han Dong-min dan melaporkan ini semua. Hee-jin menyanggah bahwa ia dan Han Dong-min sama sekali tidak memiliki hubungan.
Sekali lagi Na-jung hendak memukul Hee-jin, dan untunglah Boong-do datang menyelamatkan Hee-jin. Boong-do memegangi kedua siku lengan Na-jung dan mendorongnya keluar dari dalam kamar. Boong-do masuk ke dalam dan ia menanyakan pada Hee-jin bagaimana cara mengunci pintunya? Hee-jin maju dan mengunci pintunya.
“Bahkan kau pun tidak tahu cara mengunci pintu?” kata Hee-jin setengah tak percaya.
“Sekarang aku sudah tahu,” jawab Boong-do yang barusan melihat Hee-jin mengunci pintu.
Na-jung hendak masuk kembali ke dalam kamar. Sialnya, pintu kamar dikunci dari dalam. Seorang perawat mengenali Na-jung dan menyapanya. Na-jung yang semula kesal, kemudian berubah menjadi manis dan membalas sapaan perawat itu.
Hee-jin terduduk dengan lemas. Boong-do mengintip apakah Na-jung sudah pergi apa belum? Boong-do meminta maaf pada Hee-jin yang telah ikut campur. Sebenarnya ia tak berhak untuk ikut campur, tapi ia tak suka melihat orang lain mencari keuntungan dari orang lainnya.
Boong-do melihat luka di bawah mata Hee-jin. Ia menyentuh luka itu, dan Hee-jin menarik mundur wajahnya. Hee-jin menyentuh lukanya dan ujung jarinya membekas darah. Hee-jin menangis. Gadis itu tidak mengerti kenapa dirinya disalahkan seperti ini.
“Suatu tindakan yang terburu-buru dapat mengubahnya menjadi kekacauan. Namun, jika dikurangi secara perlahan maka akan membuatnya menjadi lebih jelas. Tak ada gunanya bertindak terburu-buru yang akan memacu kemarahan. Ini mengingatkanmu agar kau bersikap lebih sabar. Jika kau lebih bersabar lagi, maka keadaan seperti ini tidak akan membuatmu marah.”
“Bagaimana bisa kau memahami kata-kata seperti ini? Sedangkan membuka pintu mobil saja tidak bisa?”
“Aku mengerti kata-kata Confusius. Apa bedanya dulu dan 300 tahun kemudian? Semuanya tetap sama.”
Boong-do memberitahukan bahwa ia sudah menemukan kertas jimatnya. Ia akan berganti baju dan segera kembali ke zamannya. Jika ia tetap dengan berpakaian ini, maka ia akan tampak aneh.
Manajer Na-jung melihat Na-jung dan menghampirinya. Menanyakan pada artisnya apa Na-jung baru saja melakukan masalah? Karena ia melihat air muka gusar dari Na-jung.
Na-jung berterus terang bahwa ia sedikit melakukan masalah. Tadi ia baru saja memukul Hee-jin, dan ternyata ada seorang pria yang melihatnya. Na-jung menyuruh manajernya untuk mencari tahu siapa pria itu.
Huh, manajernya Na-jung kembali strez menghadapi skandal baru artisnya. Kasian banget sih para manajer artis sana yang selalu kebagian mengurusi masalah skandal yang sudah diciptakan oleh artisnya.
Hee-jin bertanya pada Boong-do yang sedang berada di dalam kamar mandi. Ia menanyakan maksud dari kata-kata Boong-do barusan dan hendak mencatatnya. Siapa tahu ia bisa mengucapkannya ulang saat wawancara.
“Siapa namamu?” tanya Boong-do.
“Choi Hee-jin.”
“Kenapa kau menyamar sebagai Ratu In Hyun?”
“Aku seorang artis dan itu adalah peran yang kumainkan.”
Boong-do di dalam toilet tampak mencari-cari sesuatu. Ia menemukan lipstik dan menuliskannya di cermin wastafel. Sementara itu, Hee-jin mengintip ke luar kamarnya. Tidak ada orang. Boong-do bisa keluar sekarang, tapi Boong-do mengatakan ia akan mengurusnya sendiri. Boong-do mulai merapalkan mantra dan hilang.
Hee-jin tidak mendapat sahutan dari Boong-do yang berada di dalam toilet. Ia memutuskan untuk melihat Boong-do. Betapa terkejutnya saat ia tidak menemukan Boong-do di dalam toilet. Yang ditemukannya hanyalah sebuah tulisan Hanja di cermin wastafel. Mana bisa Hee-jin membacanya…

Notes:
Wah, Boong-do benar-benar memiliki ketenangan yang mahadahsyat. Ia sama sekali tidak panik saat berada di dunia yang asing baginya. Gedung-gedung bertingkat; lalu lintas; keramaian jalan; orang-orang yang berpakaian berbeda dengannya; benda-benda asing. Semuanya dilihatnya dengan sangat tenang, walaupun tak dapat dipungkiri kalau ada rasa kebingungan yang sangat besar di dalam matanya. Ini nggak seperti Lee Gak dan tiga rangersnya yang begitu panik dan kebingungan dengan Seoul.
Bahkan Boong-do dengan hanya mengamati saja, ia bisa mempraktekkannya sendiri. Memakan baju dan celana jeans; topi; tas; bahkan memasang risleting pun ia bisa. Berbeda jauh banget sama Lee Gak. Hahaha,,, kenapa aku malah membandingkan kedua tokoh ini???
Yang jelas, Boong-do jauh-jauh-jauh-jauh-jauh lebih cerdas…

Recap dan Photo oleh Phoo

Kotak Pencarian

Memuat...

Mengenai Saya

Foto Saya
Seorang gadis yang sangat menyukai hal-hal yang berbau cute, sweet, happy, and colorfull.

Teman-Teman Phoo

quotes Dwi likes


"Sejahat-jahatnya orang jahat, pasti punya hati kecil yang akan berkata jujur. Semua orang bisa saja berpura-pura jahat. Tapi, hati kecilmu nggak akan bisa berpura-pura jahat.Hatimu akan selalu berkata jujur."— Dwi Apria

Entri Populer